Kesulitan
Pembelajaran Daring Bagi Guru dan Siswa Sekolah Dasar
Pada
Masa Pandemi Covid-19
Yosefine Dwi Andayani, S.Pd.
Abstrak
Sekolah
Dasar (SD) Santo Antonius 1 Jakarta Timur saat ini menerapkan pembelajaran
daring sesuai aturan yang dikeluarkan pemerintah terkait pandemi covid-19.
Berbagai strategi sudah dilakukan oleh guru untuk mendukung pembelajaran secara
online. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesulitan yang dihadapi guru dan
siswa SD Santo Antonius 1 dalam proses pembelajaran online pada masa pandemi
covid-19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Subyek penelitian yaitu 16 guru dan 27 siswa kelas
VI SD Santo Antonius 1. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, yang
selanjutnya di narasikan untuk memperoleh gambaran terkait kesulitan
pembelajaran online di SD Santo Antonius 1. Dalam penelitian ini kesulitan yang
dialami guru adalah kurang memahami penggunakan aplikasi dalam Google Classroom, sedangkan kesulitan
yang dialami siswa adalah jaringan dan kuota internet, serta media HP atau
Laptop.
Kata Kunci: Kesulitan belajar, Pembelajaran Online,
Covid-19
I.
Pendahuluan
Pendidikan
harus berkembang seiring dengan berkembangnya teknologi. Menurut Musliansani,
perkembangan teknologi informasi juga didukung oleh adanya teknologi internet
yang awalnya dianggap sebagai kebutuhan sekunder, kini telah menjadi teknologi
yang sangat dibutuhkan oleh banyak kalangan (Musliansani, 2018). Teknologi
informasi sangatlah berdampak pada Pendidikan di Indonesia khususnya, misalnya
dalam hal mendapat referensi terbaru dan ter up to date bagi pendidik baik
dalam hal materi maupun dalam hal media pembelajaran. Saat ini dunia dihebohkan dengan adanya wabah
penyakit yang disebabkan oleh sebuah virus yang bernama corona atau dikenal
dengan istilah covid -19. Coronavirus merupakan
keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Virus
tersebut pada manusia biasanya menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan,
mulai dengan gejala flu biasa hingga penyakit yang mematikan seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernafasan Akut Berat/ Severe
Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus jenis baru ini
ditemukan pada manusia sejak kejadian yang menghebohkan di Wuhan Cina, pada bulan
Desember 2019 lalu. virus ini diberi
nama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (sars-cov2), dan
menyebabkan penyakit Coronavirus Disease-2019 (covid-19). (https://infeksiemerging.kemkes.go.id/). Akibat dari virus sampai tanggal 12 Agustus
2020 , Indonesia sudah mencapai 5.903 orang meninggal dan positif mencapai
130.718 orang, sementara di Jakarta yang positif menderita virus ini sudah
mencapai 2.088. Pemerintah
sudah melakukan langkah salah satunya memberhentikan kegiatan belajar mengajar
di semua Lembaga Pendidikan di sekolah dengan belajar dari jarak jauh yang
biasa kita kenal dengan sebutan PJJ, dan pembelajaran ini mengakibatkan guru
dan siswa tidak bisa bertatap muka secara langsung. Dengan kondisi ini tentunya
guru harus memiliki kemampuan atau strategi dalam melaksanakan pembelajaran
yang dapat meminimalisir kesulitan belajar pada siswa. Kesulitan belajar adalah
suatu hal yang menyebabkan terhambatnya proses pembelajaran sehingga proses
pembelajaran tidak berjalan dengan baik. Kesulitan
belajar adalah suatu keadaan dimana kompetensi dasar atau prestasi yang dicapai
tidak sesuai dengan kriteria standar yang telah ditetapkan. (https://ruangguruku.com/pengertian-kesulitan-belajar/).
Selain memiliki dampak pada proses pembelajaran
juga berdampak pada hasil belajar. Hal inilah yang membuat kualitas tidak
sesuai dengan yang diinginkan oleh tujuan pembelajaran.
SD
Santo Antonius 1 merupakan Sekolah Dasar yang sudah menerapkan pembelajaran
jarak jauh sesuai aturan yang dikeluarkan pemerintah terkait pandemi covid-19.
Berbagai strategi dan cara yang efekktif tengah dilakukan Tim pendidik untuk
menunjang proses pembelajaran secara online. Menurut Gikas & Grant dalam
(Firman&Sari Rahayu Rahman 2020:82) bahwa Pembelajaran online pada
pelaksanaannya membutuhkan dukungan perangkat-perangkat mobile seperti HP,
tablet dan laptop yang dapat digunakan untuk mengakses informasi dimana saja
dan kapan saja. Dengan menggunakan berbagai teknologi informasi yang memudahkan
siswa untuk tetap melaksanakan proses pembelajaran secara online, saat ini
pembelajaran secara online di SD Santo Antonius 1 menggunakan Aplikasi Google Clasroom dan whatsapp. Menurut Hakim dalam (Ni Komang Suni
Astiti 2020:18) Google Classroom digunakan untuk memaksimalkan
proses penyampaian materi kepada peserta didik tetapi dilakukan secara online
sehingga materi bisa tersampaikan secara keseluruhan. Google Classroom adalah layanan berbasis internet yang disediakan
oleh google sebagai sebuah system
e-learning. Service ini didesain untuk membantu guru membuat dan membagikan
tugas serta materi kepada siswa secara paperless. Dalam Google
Classroom juga mempunyai kemampuan untuk membuat salinan otomatis dari
tugas yang sudah dibuat oleh siswa. Setiap guru juga dapat mengecek setiap
tugas yang dikumpulkan siswa didalam kelas virtual yang sudah dibuat. Google Classroom adalah sebuah media
atau alat yang dapat digunakan oleh setiap guru dan siswa dalam pembelajaran online
atau kelas virtual, di mana guru dan siswa dapat melakukan pembelajaran secara
langsung melalui aplikasi tersebut. Aplikasi yang terdapat dalam Google Classroom yang digunakan di SD
Antonius 1 meliputi Google Meet,
pembuatan soal-soal melalui google formulir dan penyimpanan data melalui drive
pribadi maupun drive bersama. Aplikasi di android yaitu Whatsapp merupakan salah satu aplikasi yang digunakan untuk
melakukan percakapan baik menggunakan teks, suara, maupun video, untuk tetap terhubung
dan komunikasi menjadi lancar untuk saat ini whatsapp merupakan salah satu media komunikasi yang sangat penting
untuk menunjang pembelajaran secara online.
Ada empat karakteristik penggunaan teknologi internet dalam pembelajaran
online yaitu: 1) memanfaatkan komputer sebagai media pembelajaran. Pembelajaran
dalam kelas maupun luar kelas menggunakan teknologi elektronik, 2) memanfaatkan
teknologi jaringan komputer, komputer didesain agar guru dan siswa dapat
berintraksi, diharapkan dapat terjadi proses belajar mengajar seperti dalam
kelas, 3) menggunakan bahan ajar bersifat mandiri disimpan dalam komputer
sehingga bisa di akses oleh pendidik dan peserta didik, 4) membutuhkan
pembimbing salah satunya dalam hal pengoprasian media pembelajaran (Hamka,
2015).
Melalui berbagai macam media
pembelajaran ini guru dapat membuat kelas online. Penggunaan teknologi
informasi khususnya internet terus berkembang. Pengembangan Pendidikan menuju
pembelajaran online merupakan suatu kewajiban agar standar mutu Pendidikan
menjadi lebih baik. Namun, dalam proses
pembelajaran tanpa tatap muka atau secara online ini tidak memuaskan dan
tentunya banyak kesulitan yang dihadapi baik guru maupun siswa, hal ini
terlihat dari adanya beberapa siswa yang tidak mengikuti proses pembelajaran
sehingga guru tidak bisa memantau dan ini juga berdampak pada hasil belajar
siswa. Keberhasilan proses pembelajaran dapat dilihat dari prestasi belajar
yang dicapai siswa (Jirana, 2015). Hal
ini menjadi dilema bagi guru untuk bisa melaksanakan pembelajaran secara online
bila dibandingan dengan pembelajaran secara langsung hasil belajar siswa lebih
baik. Oleh sebab itu tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis Kesulitan
Pembelajaran Daring Guru dan Siswa SD Santo Antonius I pada masa pandemi covid
-19. Melalui tulisan ini, nantinya bisa menjadi referensi bagi guru dalam
menerapkan pembelajaran secara online serta meminimalisir kesulitan yang
dihadapi baik bagi guru sendiri maupun bagi siswa.
II.
Metode Penelitian
Penelitian
ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode wawancara. Wawancara merupakan proses memperoleh keterangan dari
berbagai pihak untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab dengan bertatap
muka secara langsung antara pewawancara dan responden. Informasi yang hendak
diperoleh melalui wawancara biasanya adalah keterangan dalam memperoleh dan
memastikan fakta, memperkuat kepercayaan, memperkuat perasaan, mengenali
standar kegiatan, dan untuk mengethaui alasan seseorang. (https://www.perpusku.com/2016/06/metode-pengumpulan-data-dengan-metode-wawancara-interview.html). Untuk memperoleh data tersebut
dilakukan wawancara yang mendalam kepada 16 guru dan 27 siswa kelas VI di SD
Santo Antonius 1. Data yang diperoleh dari hasil wawancara tersebut selanjutnya
dinarasikan untuk memperoleh informasi mengenai Kesulitan Pembelajaran Daring
Guru dan Siswa SD Santo Antonius 1 Masa Pandemi Covid – 19.
III.
Hasil Dan Pembahasan
Data peneliti dikumpulkan melalui
wawancara mendalam kemudian data tersebut di analisis secara deskriptif
mengenai kusulitan proses pembelajaran online di SD Santo Antonius 1 Responden
dalam penelitian ini adalah 16 Guru dan 27 Siswa kelas VI yang sedang mengikuti
pembelajaran secara online. Dalam menarik kesimpulan dari informasi yang
diperoleh peneliti menggunakan dua aspek. Melalui aspek yang digunakan ini
dapat menjawab permasalahan yang terjadi yaitu mengenai kesulitan yang dialami
oleh guru dan siswa dalam proses pembelajaran online. Aspek yang dimaksud yaitu
pertama penggunaan aplikasi media dalam proses pembelajaran secara online, dan
kedua proses pembelajaran online.
Adapun hasil wawancara yang diperoleh dari
responden terkait pembelajaran online adalah ; Aspek pertama, tentang
penggunaan aplikasi media pembelajaran online yang digunakan bagi guru; 2 guru menjawab mengalami kesulitan dalam menggunakan
aplikasi google classroom karena tidak terbiasa menggunakan laptop dalam pembelajaran
sehingga lambat memahami fungsi-fungsi aplikasi google classroom, 3 orang guru
mengatakan kesulitan dalam mengoperasikan bagian – bagian yang ada di dalam
aplikasi google classroom seperti
misalnya pembuatan soal dengan bentuk google formulir sehingga cenderung
menggunakan media whatsapp untuk mengirim tugas dan berinteraksi dengan siswa. Sebagian guru juga
mengatakan mereka kesulitan menyiapkan video pembelajaran karena sarana dan
prasarananya kurang mendukung. Tetapi sebagian besar mengatakan tidak mengalami
kesulitan dalam menggunakan aplikasi Google
Classroom, mereka berpendapat bahwa dengan adanya Google Classroom sangat membantu dalam mendokumentasikan baik
tugas, absensi dan juga nilai dalam drive masing-masing. Aspek kedua tentang
proses pembelajaran online, rata-rata guru mengalami hal yang sama yaitu ketika
menyampaikan materi pelajaran melalui Google
Meet, tidak semua anak mengikuti sehingga guru harus menerangkan ulang
melalui whatsapp grup kelas, tidak
semua anak mengumpukan tugas pada hari yang sama, sehingga membuat guru terus
mengingatkan anak-anak untuk mengumpulkan tugas mereka. Hal ini juga
menyulitkan guru, terutama guru bidang studi yang tidak memiliki grup kelas.
Dalam proses pembelajaran secara online untuk mata pelajaran olah raga, kesulitan
dalam menyampaikan materi yang berhubungan dengan praktik olah raga, sehingga
harus setiap saat membuat video tutorial untuk menjelaskan materi kepada siswa.
Setiap siswa di SD Santo Antonius 1
memiliki akun domain sekolah dengan tujuan untuk mempermudah bergabung dalam Google Claasroom, Bagi Siswa kelas VI
tidak merasa kesulitan untuk bergabung dalam Google Claasroom, hanya saja kesulitan yang dirasakan beberapa
siswa adalah ketika satu alat komunikasi yaitu handphone digunakan untuk 2 – 3
akun bergantian dengan adik atau kakak yang dalam hal ini masih dalam domain
yang sama, membuat mereka tidak dapat mengikuti pembelajaran online sesuai yang
dijadwalkan guru. Menurut informasi dari seorang guru kelas dua di SD Santo
Antonius 1, biasanya yang menggunakan handphone akan diprioritaskan untuk kakak
yang memiliki status kelas lebih tinggi dari pada adiknya, dengan demikian
tugas-tugas menjadi terhambat untuk kelas yang lebih rendah. Dari 27 orang
siswa kelas VI A, ada 2 orang siswa yang menggunakan handphone milik orang
tuanya dalam pembelajaran online, sementara orang tuanya bekerja, sehingga tugas
yang diberikan oleh guru kepada siswa sering terlambat dan diserahkan pada malam
hari. Dalam proses pembelajaran secara online rata-rata anak memberikan
keterangan bahwa mereka mengalami kesulitan dalam mengakses jaringan internet
dan juga boros kuota, sehingga ketika diadakan meet kelas mereka tidak bisa
mengikuti proses pembelajaran online dari awal sampai akhir, hanya anak-anak
yang memnggunajan wifi di rumahnya yang selalu mengikuti meet dari awal hingga
akhir pertemuan. Untuk tugas – tugas yang diberikan yang menjadi kesulitan
siswa adalah ketika mereka mendapatkan tugas membuat video, mereka mengatakan
sulit untuk mengirim melalui Google
Classroom.
Pembahasan
Penggunaan Aplikasi
Dalam Proses Pembelajaran Online.
Dalam proses pembelajaran online
guru-guru SD Santo Antonius 1 memanfaatkan berbagai jenis aplikasi diantaranya Google Classroom dan Whatsapp. Berdasarkan hasil wawancara bahwa sebagian guru
mengatakan kesulitan menggunakan aplikasi yang terdapat di dalam Google Classroom dan siswa kesulitan
dengan sarana dan prasarana yang disediakan orang tuanya, serta siswa
terkendala dengan kuota dan jaringan internet. Kesulitan dari jaringan ini
disebabkan kondisi Siswa yang tinggal di daerah tanah galian sulit mengakses
jaringan internet. Selain itu tentunya orang tua siswa kesulitan ekonomi untuk
mengisi kuota internet. Menurut Sabran dalam (Wiwi novianti 2020:9) bahwa
faktor pendukung pembelajaran menggunakan aplikasi berbasis internet salah
satunya Google Classroom yaitu:
kesiapan SDM untuk meningkatkan pembelajaran online, fasilitas sarana internet
dan kebutuhan pelaksanaan media pembelajaran untuk meningkatkan aktivitas
pembelajaran di kelas). Dalam hal ini peningkatan pengetahuan tentang teknologi
informasi bagi guru sangat diperlukan, sehingga dapat mengaplikasikan media
yang telah disediakan. Sesuai dengan pernyataan Hamka bahwa faktor yang mempengaruhi
penggunaan internet sebagai media pembelajaran dipetakan dalam dua kategori
utama yaitu faktor sarana dan prasarana dan faktor sumber daya manusia
(ekonomi) (Hamka, 2015). Dengan situasi akibat covid - 19 ini banyak yang di
PHK dan kesulitan masyarakat bekerja di luar rumah, sehingga penghasilan
masyarakat berkurang dan ini berdampak pada ekonomi orang tua siswa. Tentunya
hal ini juga harus diperhatikan, sehingga nantinya proses pembelajaran tidak
terhambat.
Proses Pembelajaran
Secara Online
Pembelajaran online dengan aplikasi
Google Classroom di SD Santo Antonius
1 lebih cenderung digunakan pada siswa yang sudah berada di kelas tinggi. Siswa
kelas tinggi seperti kelas VI lebih cepat memahami penggunaan aplikasi Google Classroom dari pada kelas I atau
II. Penggunaan Google Meet sering
dilakukan untuk menjelaskan materi, tetapi memang tidak seluruh siswa dapat
mengikuti dari awal sampai akhir, sehingga jadwalnya diatur, dalam seminggu 3
kali mengadakan meet bersama. Hal ini mengingat kesiapan orang tua mencukupi
kuota yang digunakan saat meet bersama. Menurut Sukardi 2019 pembelajaran
online dapat berhasil dengan baik jika tutorial yang diberikan oleh guru
memiliki kualitas yang baik. Hal ini juga karena di pengaruhi kesulitan dari
siswa mendapatkan jaringan internet dan kuota internet yang mahal sehingga guru
– guru di SD Santo Antonius 1 mengimplementasikan dengan cara-cara beragam
proses pembelajarannya. Ada yang menggunakan konsep ceramah online dengan meet
bersama, ada yang mengajar dengan membuat presentasi lalu divideokan kemudian
dikirim ke aplikasi whatsapp siswa,
ada juga yang memanfaatkan konten-konten media pembelajaran dari link you tube
yang bisa dengan mudah di teruskan ke Google
Classroom, dan lain sebagainya. Selanjutnya menurut salah satu guru kelas
II di SD Santo Antonius 1, menyatakan dalam pembelajaran online mengatakan
lebih efektif menggunakan Whatsapp group.
Karena anak-anak kelas II Sekolah Dasar masih perlu bimbingan yang sangat
ekstra. Ia mengatakan harus mengingatkan berulang kali di whatsapp grup untuk tugas siswa-siswinya, juga dalam pemberian
materi tetap menggunakan whatsapp
grup kelas, Karena jika menggunakan aplikasi Google Classroom yang sudah diterapkan di SD Santo Antonius 1,
anak- anak belum tahu cara mengaplikasikannya. Dengan menggunakan aplikasi Whatshapp Ia bisa melakukan video call
secara langsung dengan siswa dan bisa mengirimkan video pembelajaran, materi
dan tugas kepada siswa dengan lancar. Proses kegiatan belajar mengajar pada
masa pandemi covid – 19 tetap harus berlangsung, tetapi pembelajaran daring
tidak mudah seperti yang dibayangkan. Untuk mendapatkan proses pembelajaran
yang efektif dan menyenangkan diperlukan kerjasama guru dan orang tua serta
berbagai pihak.
IV.
Kesimpulan
Berdasarkan
hasil penelitian disimpulkan bahwa kesulitan-kesulitan yang dialami guru dan
siswa Sekolah Dasar Santo Antonius 1 adalah guru sulit memahami aplikasi dalam Google Classroom, kurang memahami fungsi
– fungsi media yang terdapat dalam Google
Classroom dan kesulitan membuat video pembelajaran, sementara siswa
terkendala dengan jaringan internet, kuota dan sarana yang digunakan. Dalam
proses pembelajaran siswa juga mengalami kesulitan untuk mengirim tugas yang
berupa video. Dengan demikian direkomendasikan agar pembelajaran online di di
SD Santo Antonius 1 berlangsung efektif maka guru perlu belajar memahami
penggunaan media pembelajaran online seperti aplikasi Google Classroom, guru harus mampu mendesain bahan ajar seperti
video-video pembelajaran berbasis online dan menentukan media pembelajaran yang
tepat sehingga pembelajaran online dapat berlangsung dengan lancar. Sedangkan
untuk mengatasi kesulitan belajar online siswa disarankan agar siswa difasilitasi
HP atau laptop, serta kuota internet oleh orang tua atau pihak pemerintah
dengan menggunakan dana BOS.
Daftar Pustaka
Firman, Sari Rahayu
Rahman. (2020). Pembelajaran Online di Tengah Pandemi Covid - 19
Hamka.
(2015). Penggunaan internet sebagai media pembelajaran pada mahasiswa IAIN
Palu. Studia Islamika, 98-119.
https://infeksiemerging.kemkes.go.id/ diakses 12 Agustus 2020
https://ruangguruku.com/pengertian-kesulitan-belajar/
diakses 12 Agustus 2020
https://www.perpusku.com/2016/06/metode-pengumpulan-data-dengan-metode-wawancara-
interview.html
diakses 12 Agustus 2020
Jirana, N. S. (2015). Faktor-faktor
yang mempengaruhi kesulitan dan minat belajar mahasiswa
jurusan Pendidikan
Biologi Universitas Sulawesi Barat. Saintifik, 87-94.
Musliansani.
(2018). Sistem pakar untuk pemilihan program studi pada perguruan tinggi
berbasis web. Penndidikan MIPA, 112-115. Jurnal Pendidikan MIPA ISSN: 2088-0294
Vol. 10, No. 1, Juni 2020
Novianti,
Wiwi. (2020). Kesulitan Pembelajaran Online Mahasiswa Pendidikan Biologi di
Tengah Pandemi Covid19. Volume 10. Nomor 1, Juni 2020 ISSN: 2088-0294
Suni Astini, Ni Komang.
(2020). Pemanfaatan Tehnologi Informasi Dalam Pembelajaran Tingkat Sekolah
Dasar Pada Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Lampuhyang. Vol 11 no.2. 2 Juli 2020
Rusman.
(2010). Model-model pembelajaran pengembangan profesionalisme guru. jakarta:
Rajawali Press.
Sukardi, F.
R. (2019). Pengaruh Model Pembelajaran Online Dilengkapi dengan Tutorial
Terhadap Hasil Belajar. Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Informatika
(JIPI), 97-102.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar