Penayangan bulan lalu

Tak ada sebuah keberhasilan jika tak ada usaha...mari kita wujudkan dengan tindakan nyata...

Bersyukur untuk hal-hal yang baik...dan bersyukur pula untuk setiap hal yang kurang baik, maka jadilah kita apa adanya kita...keep smile every day

Senin, 20 Januari 2025

PEMBELAJARAN DARING

 

Kesulitan Pembelajaran Daring Bagi Guru dan Siswa Sekolah Dasar

Pada Masa Pandemi Covid-19

 

Yosefine Dwi Andayani, S.Pd.

 

Abstrak

Sekolah Dasar (SD) Santo Antonius 1 Jakarta Timur saat ini menerapkan pembelajaran daring sesuai aturan yang dikeluarkan pemerintah terkait pandemi covid-19. Berbagai strategi sudah dilakukan oleh guru untuk mendukung pembelajaran secara online. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesulitan yang dihadapi guru dan siswa SD Santo Antonius 1 dalam proses pembelajaran online pada masa pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif.  Subyek penelitian yaitu 16 guru dan 27 siswa kelas VI SD Santo Antonius 1. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, yang selanjutnya di narasikan untuk memperoleh gambaran terkait kesulitan pembelajaran online di SD Santo Antonius 1. Dalam penelitian ini kesulitan yang dialami guru adalah kurang memahami penggunakan aplikasi dalam Google Classroom, sedangkan kesulitan yang dialami siswa adalah jaringan dan kuota internet, serta media HP atau Laptop.

 

Kata Kunci: Kesulitan belajar, Pembelajaran Online, Covid-19

 

I.            Pendahuluan

Pendidikan harus berkembang seiring dengan berkembangnya teknologi. Menurut Musliansani, perkembangan teknologi informasi juga didukung oleh adanya teknologi internet yang awalnya dianggap sebagai kebutuhan sekunder, kini telah menjadi teknologi yang sangat dibutuhkan oleh banyak kalangan (Musliansani, 2018). Teknologi informasi sangatlah berdampak pada Pendidikan di Indonesia khususnya, misalnya dalam hal mendapat referensi terbaru dan ter up to date bagi pendidik baik dalam hal materi maupun dalam hal media pembelajaran.  Saat ini dunia dihebohkan dengan adanya wabah penyakit yang disebabkan oleh sebuah virus yang bernama corona atau dikenal dengan istilah covid -19. Coronavirus merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Virus tersebut pada manusia biasanya menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan, mulai dengan gejala flu biasa hingga penyakit yang mematikan seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernafasan Akut Berat/ Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus jenis baru ini ditemukan pada manusia sejak kejadian yang menghebohkan di Wuhan Cina, pada bulan Desember 2019 lalu.   virus ini diberi nama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (sars-cov2), dan menyebabkan penyakit Coronavirus Disease-2019 (covid-19). (https://infeksiemerging.kemkes.go.id/). Akibat dari virus sampai tanggal 12 Agustus 2020 , Indonesia sudah mencapai 5.903 orang meninggal dan positif mencapai 130.718 orang, sementara di Jakarta yang positif menderita virus ini sudah mencapai 2.088. Pemerintah sudah melakukan langkah salah satunya memberhentikan kegiatan belajar mengajar di semua Lembaga Pendidikan di sekolah dengan belajar dari jarak jauh yang biasa kita kenal dengan sebutan PJJ, dan pembelajaran ini mengakibatkan guru dan siswa tidak bisa bertatap muka secara langsung. Dengan kondisi ini tentunya guru harus memiliki kemampuan atau strategi dalam melaksanakan pembelajaran yang dapat meminimalisir kesulitan belajar pada siswa. Kesulitan belajar adalah suatu hal yang menyebabkan terhambatnya proses pembelajaran sehingga proses pembelajaran tidak berjalan dengan baik. Kesulitan belajar adalah suatu keadaan dimana kompetensi dasar atau prestasi yang dicapai tidak sesuai dengan kriteria standar yang telah ditetapkan. (https://ruangguruku.com/pengertian-kesulitan-belajar/). Selain memiliki dampak pada proses pembelajaran juga berdampak pada hasil belajar. Hal inilah yang membuat kualitas tidak sesuai dengan yang diinginkan oleh tujuan pembelajaran.

SD Santo Antonius 1 merupakan Sekolah Dasar yang sudah menerapkan pembelajaran jarak jauh sesuai aturan yang dikeluarkan pemerintah terkait pandemi covid-19. Berbagai strategi dan cara yang efekktif tengah dilakukan Tim pendidik untuk menunjang proses pembelajaran secara online. Menurut Gikas & Grant dalam (Firman&Sari Rahayu Rahman 2020:82) bahwa Pembelajaran online pada pelaksanaannya membutuhkan dukungan perangkat-perangkat mobile seperti HP, tablet dan laptop yang dapat digunakan untuk mengakses informasi dimana saja dan kapan saja. Dengan menggunakan berbagai teknologi informasi yang memudahkan siswa untuk tetap melaksanakan proses pembelajaran secara online, saat ini pembelajaran secara online di SD Santo Antonius 1 menggunakan Aplikasi Google Clasroom dan whatsapp. Menurut Hakim dalam (Ni Komang Suni Astiti 2020:18) Google Classroom digunakan untuk memaksimalkan proses penyampaian materi kepada peserta didik tetapi dilakukan secara online sehingga materi bisa tersampaikan secara keseluruhan. Google Classroom adalah layanan berbasis internet yang disediakan oleh google sebagai sebuah system e-learning. Service ini didesain untuk membantu guru membuat dan membagikan tugas serta materi kepada siswa secara paperless.  Dalam Google Classroom juga mempunyai kemampuan untuk membuat salinan otomatis dari tugas yang sudah dibuat oleh siswa. Setiap guru juga dapat mengecek setiap tugas yang dikumpulkan siswa didalam kelas virtual yang sudah dibuat. Google Classroom adalah sebuah media atau alat yang dapat digunakan oleh setiap guru dan siswa dalam pembelajaran online atau kelas virtual, di mana guru dan siswa dapat melakukan pembelajaran secara langsung melalui aplikasi tersebut. Aplikasi yang terdapat dalam Google Classroom yang digunakan di SD Antonius 1 meliputi Google Meet, pembuatan soal-soal melalui google formulir dan penyimpanan data melalui drive pribadi maupun drive bersama. Aplikasi di android yaitu Whatsapp merupakan salah satu aplikasi yang digunakan untuk melakukan percakapan baik menggunakan teks, suara, maupun video, untuk tetap terhubung dan komunikasi menjadi lancar untuk saat ini whatsapp merupakan salah satu media komunikasi yang sangat penting untuk menunjang pembelajaran secara online.  Ada empat karakteristik penggunaan teknologi internet dalam pembelajaran online yaitu: 1) memanfaatkan komputer sebagai media pembelajaran. Pembelajaran dalam kelas maupun luar kelas menggunakan teknologi elektronik, 2) memanfaatkan teknologi jaringan komputer, komputer didesain agar guru dan siswa dapat berintraksi, diharapkan dapat terjadi proses belajar mengajar seperti dalam kelas, 3) menggunakan bahan ajar bersifat mandiri disimpan dalam komputer sehingga bisa di akses oleh pendidik dan peserta didik, 4) membutuhkan pembimbing salah satunya dalam hal pengoprasian media pembelajaran (Hamka, 2015).

Melalui berbagai macam media pembelajaran ini guru dapat membuat kelas online. Penggunaan teknologi informasi khususnya internet terus berkembang. Pengembangan Pendidikan menuju pembelajaran online merupakan suatu kewajiban agar standar mutu Pendidikan menjadi lebih baik.  Namun, dalam proses pembelajaran tanpa tatap muka atau secara online ini tidak memuaskan dan tentunya banyak kesulitan yang dihadapi baik guru maupun siswa, hal ini terlihat dari adanya beberapa siswa yang tidak mengikuti proses pembelajaran sehingga guru tidak bisa memantau dan ini juga berdampak pada hasil belajar siswa. Keberhasilan proses pembelajaran dapat dilihat dari prestasi belajar yang dicapai siswa (Jirana, 2015).  Hal ini menjadi dilema bagi guru untuk bisa melaksanakan pembelajaran secara online bila dibandingan dengan pembelajaran secara langsung hasil belajar siswa lebih baik. Oleh sebab itu tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis Kesulitan Pembelajaran Daring Guru dan Siswa SD Santo Antonius I pada masa pandemi covid -19. Melalui tulisan ini, nantinya bisa menjadi referensi bagi guru dalam menerapkan pembelajaran secara online serta meminimalisir kesulitan yang dihadapi baik bagi guru sendiri maupun bagi siswa.

 

II.            Metode Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode wawancara. Wawancara merupakan proses memperoleh keterangan dari berbagai pihak untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab dengan bertatap muka secara langsung antara pewawancara dan responden. Informasi yang hendak diperoleh melalui wawancara biasanya adalah keterangan dalam memperoleh dan memastikan fakta, memperkuat kepercayaan, memperkuat perasaan, mengenali standar kegiatan, dan untuk mengethaui alasan seseorang. (https://www.perpusku.com/2016/06/metode-pengumpulan-data-dengan-metode-wawancara-interview.html). Untuk memperoleh data tersebut dilakukan wawancara yang mendalam kepada 16 guru dan 27 siswa kelas VI di SD Santo Antonius 1. Data yang diperoleh dari hasil wawancara tersebut selanjutnya dinarasikan untuk memperoleh informasi mengenai Kesulitan Pembelajaran Daring Guru dan Siswa SD Santo Antonius 1 Masa Pandemi Covid – 19.

 

III.            Hasil Dan Pembahasan

Data peneliti dikumpulkan melalui wawancara mendalam kemudian data tersebut di analisis secara deskriptif mengenai kusulitan proses pembelajaran online di SD Santo Antonius 1 Responden dalam penelitian ini adalah 16 Guru dan 27 Siswa kelas VI yang sedang mengikuti pembelajaran secara online. Dalam menarik kesimpulan dari informasi yang diperoleh peneliti menggunakan dua aspek. Melalui aspek yang digunakan ini dapat menjawab permasalahan yang terjadi yaitu mengenai kesulitan yang dialami oleh guru dan siswa dalam proses pembelajaran online. Aspek yang dimaksud yaitu pertama penggunaan aplikasi media dalam proses pembelajaran secara online, dan kedua proses pembelajaran online.

 Adapun hasil wawancara yang diperoleh dari responden terkait pembelajaran online adalah ; Aspek pertama, tentang penggunaan aplikasi media pembelajaran online yang digunakan bagi guru;  2 guru menjawab mengalami kesulitan dalam menggunakan aplikasi google classroom karena tidak terbiasa menggunakan laptop dalam pembelajaran sehingga lambat memahami fungsi-fungsi aplikasi google classroom, 3 orang guru mengatakan kesulitan dalam mengoperasikan bagian – bagian yang ada di dalam aplikasi google classroom seperti  misalnya pembuatan soal dengan bentuk google formulir sehingga cenderung menggunakan media whatsapp untuk mengirim tugas dan  berinteraksi dengan siswa. Sebagian guru juga mengatakan mereka kesulitan menyiapkan video pembelajaran karena sarana dan prasarananya kurang mendukung. Tetapi sebagian besar mengatakan tidak mengalami kesulitan dalam menggunakan aplikasi Google Classroom, mereka berpendapat bahwa dengan adanya Google Classroom sangat membantu dalam mendokumentasikan baik tugas, absensi dan juga nilai dalam drive masing-masing. Aspek kedua tentang proses pembelajaran online, rata-rata guru mengalami hal yang sama yaitu ketika menyampaikan materi pelajaran melalui Google Meet, tidak semua anak mengikuti sehingga guru harus menerangkan ulang melalui whatsapp grup kelas, tidak semua anak mengumpukan tugas pada hari yang sama, sehingga membuat guru terus mengingatkan anak-anak untuk mengumpulkan tugas mereka. Hal ini juga menyulitkan guru, terutama guru bidang studi yang tidak memiliki grup kelas. Dalam proses pembelajaran secara online untuk mata pelajaran olah raga, kesulitan dalam menyampaikan materi yang berhubungan dengan praktik olah raga, sehingga harus setiap saat membuat video tutorial untuk menjelaskan materi kepada siswa.

Setiap siswa di SD Santo Antonius 1 memiliki akun domain sekolah dengan tujuan untuk mempermudah bergabung dalam Google Claasroom, Bagi Siswa kelas VI tidak merasa kesulitan untuk bergabung dalam Google Claasroom, hanya saja kesulitan yang dirasakan beberapa siswa adalah ketika satu alat komunikasi yaitu handphone digunakan untuk 2 – 3 akun bergantian dengan adik atau kakak yang dalam hal ini masih dalam domain yang sama, membuat mereka tidak dapat mengikuti pembelajaran online sesuai yang dijadwalkan guru. Menurut informasi dari seorang guru kelas dua di SD Santo Antonius 1, biasanya yang menggunakan handphone akan diprioritaskan untuk kakak yang memiliki status kelas lebih tinggi dari pada adiknya, dengan demikian tugas-tugas menjadi terhambat untuk kelas yang lebih rendah. Dari 27 orang siswa kelas VI A, ada 2 orang siswa yang menggunakan handphone milik orang tuanya dalam pembelajaran online, sementara orang tuanya bekerja, sehingga tugas yang diberikan oleh guru kepada siswa sering terlambat dan diserahkan pada malam hari. Dalam proses pembelajaran secara online rata-rata anak memberikan keterangan bahwa mereka mengalami kesulitan dalam mengakses jaringan internet dan juga boros kuota, sehingga ketika diadakan meet kelas mereka tidak bisa mengikuti proses pembelajaran online dari awal sampai akhir, hanya anak-anak yang memnggunajan wifi di rumahnya yang selalu mengikuti meet dari awal hingga akhir pertemuan. Untuk tugas – tugas yang diberikan yang menjadi kesulitan siswa adalah ketika mereka mendapatkan tugas membuat video, mereka mengatakan sulit untuk mengirim melalui Google Classroom.

 

Pembahasan

Penggunaan Aplikasi Dalam Proses Pembelajaran Online.

Dalam proses pembelajaran online guru-guru SD Santo Antonius 1 memanfaatkan berbagai jenis aplikasi diantaranya Google Classroom dan Whatsapp. Berdasarkan hasil wawancara bahwa sebagian guru mengatakan kesulitan menggunakan aplikasi yang terdapat di dalam Google Classroom dan siswa kesulitan dengan sarana dan prasarana yang disediakan orang tuanya, serta siswa terkendala dengan kuota dan jaringan internet. Kesulitan dari jaringan ini disebabkan kondisi Siswa yang tinggal di daerah tanah galian sulit mengakses jaringan internet. Selain itu tentunya orang tua siswa kesulitan ekonomi untuk mengisi kuota internet. Menurut Sabran dalam (Wiwi novianti 2020:9) bahwa faktor pendukung pembelajaran menggunakan aplikasi berbasis internet salah satunya Google Classroom yaitu: kesiapan SDM untuk meningkatkan pembelajaran online, fasilitas sarana internet dan kebutuhan pelaksanaan media pembelajaran untuk meningkatkan aktivitas pembelajaran di kelas). Dalam hal ini peningkatan pengetahuan tentang teknologi informasi bagi guru sangat diperlukan, sehingga dapat mengaplikasikan media yang telah disediakan. Sesuai dengan pernyataan Hamka bahwa faktor yang mempengaruhi penggunaan internet sebagai media pembelajaran dipetakan dalam dua kategori utama yaitu faktor sarana dan prasarana dan faktor sumber daya manusia (ekonomi) (Hamka, 2015). Dengan situasi akibat covid - 19 ini banyak yang di PHK dan kesulitan masyarakat bekerja di luar rumah, sehingga penghasilan masyarakat berkurang dan ini berdampak pada ekonomi orang tua siswa. Tentunya hal ini juga harus diperhatikan, sehingga nantinya proses pembelajaran tidak terhambat.

 

Proses Pembelajaran Secara Online

Pembelajaran online dengan aplikasi Google Classroom di SD Santo Antonius 1 lebih cenderung digunakan pada siswa yang sudah berada di kelas tinggi. Siswa kelas tinggi seperti kelas VI lebih cepat memahami penggunaan aplikasi Google Classroom dari pada kelas I atau II. Penggunaan Google Meet sering dilakukan untuk menjelaskan materi, tetapi memang tidak seluruh siswa dapat mengikuti dari awal sampai akhir, sehingga jadwalnya diatur, dalam seminggu 3 kali mengadakan meet bersama. Hal ini mengingat kesiapan orang tua mencukupi kuota yang digunakan saat meet bersama. Menurut Sukardi 2019 pembelajaran online dapat berhasil dengan baik jika tutorial yang diberikan oleh guru memiliki kualitas yang baik. Hal ini juga karena di pengaruhi kesulitan dari siswa mendapatkan jaringan internet dan kuota internet yang mahal sehingga guru – guru di SD Santo Antonius 1 mengimplementasikan dengan cara-cara beragam proses pembelajarannya. Ada yang menggunakan konsep ceramah online dengan meet bersama, ada yang mengajar dengan membuat presentasi lalu divideokan kemudian dikirim ke aplikasi whatsapp siswa, ada juga yang memanfaatkan konten-konten media pembelajaran dari link you tube yang bisa dengan mudah di teruskan ke Google Classroom, dan lain sebagainya. Selanjutnya menurut salah satu guru kelas II di SD Santo Antonius 1, menyatakan dalam pembelajaran online mengatakan lebih efektif menggunakan Whatsapp group. Karena anak-anak kelas II Sekolah Dasar masih perlu bimbingan yang sangat ekstra. Ia mengatakan harus mengingatkan berulang kali di whatsapp grup untuk tugas siswa-siswinya, juga dalam pemberian materi tetap menggunakan whatsapp grup kelas, Karena jika menggunakan aplikasi Google Classroom yang sudah diterapkan di SD Santo Antonius 1, anak- anak belum tahu cara mengaplikasikannya. Dengan menggunakan aplikasi Whatshapp Ia bisa melakukan video call secara langsung dengan siswa dan bisa mengirimkan video pembelajaran, materi dan tugas kepada siswa dengan lancar. Proses kegiatan belajar mengajar pada masa pandemi covid – 19 tetap harus berlangsung, tetapi pembelajaran daring tidak mudah seperti yang dibayangkan. Untuk mendapatkan proses pembelajaran yang efektif dan menyenangkan diperlukan kerjasama guru dan orang tua serta berbagai pihak.

 

IV.            Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa kesulitan-kesulitan yang dialami guru dan siswa Sekolah Dasar Santo Antonius 1 adalah guru sulit memahami aplikasi dalam Google Classroom, kurang memahami fungsi – fungsi media yang terdapat dalam Google Classroom dan kesulitan membuat video pembelajaran, sementara siswa terkendala dengan jaringan internet, kuota dan sarana yang digunakan. Dalam proses pembelajaran siswa juga mengalami kesulitan untuk mengirim tugas yang berupa video. Dengan demikian direkomendasikan agar pembelajaran online di di SD Santo Antonius 1 berlangsung efektif maka guru perlu belajar memahami penggunaan media pembelajaran online seperti aplikasi Google Classroom, guru harus mampu mendesain bahan ajar seperti video-video pembelajaran berbasis online dan menentukan media pembelajaran yang tepat sehingga pembelajaran online dapat berlangsung dengan lancar. Sedangkan untuk mengatasi kesulitan belajar online siswa disarankan agar siswa difasilitasi HP atau laptop, serta kuota internet oleh orang tua atau pihak pemerintah dengan menggunakan dana BOS.

 

 

Daftar Pustaka

 

Firman, Sari Rahayu Rahman. (2020). Pembelajaran Online di Tengah Pandemi Covid - 19

Hamka. (2015). Penggunaan internet sebagai media pembelajaran pada mahasiswa IAIN Palu.   Studia Islamika, 98-119.

https://infeksiemerging.kemkes.go.id/ diakses 12 Agustus 2020

https://ruangguruku.com/pengertian-kesulitan-belajar/ diakses 12 Agustus 2020

https://www.perpusku.com/2016/06/metode-pengumpulan-data-dengan-metode-wawancara- interview.html diakses 12 Agustus 2020

Jirana, N. S. (2015). Faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan dan minat belajar mahasiswa

jurusan Pendidikan Biologi Universitas Sulawesi Barat. Saintifik, 87-94.

Musliansani. (2018). Sistem pakar untuk pemilihan program studi pada perguruan tinggi berbasis web. Penndidikan MIPA, 112-115. Jurnal Pendidikan MIPA ISSN: 2088-0294 Vol. 10, No. 1, Juni 2020

Novianti, Wiwi. (2020). Kesulitan Pembelajaran Online Mahasiswa Pendidikan Biologi di Tengah Pandemi Covid19. Volume 10. Nomor 1, Juni 2020 ISSN: 2088-0294

Suni Astini, Ni Komang. (2020). Pemanfaatan Tehnologi Informasi Dalam Pembelajaran Tingkat Sekolah Dasar Pada Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Lampuhyang. Vol 11 no.2. 2 Juli 2020

Rusman. (2010). Model-model pembelajaran pengembangan profesionalisme guru. jakarta: Rajawali Press.

Sukardi, F. R. (2019). Pengaruh Model Pembelajaran Online Dilengkapi dengan Tutorial Terhadap Hasil Belajar. Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Informatika (JIPI), 97-102.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar